Kenapa Anak Lebih Sering Memaafkan Mamanya, Dibanding Papanya.
Selamat siangggg, salam sehat semuanyaa~
Baru kali ini postingan untuk tahun 2026 alias pembukan tahun walapun sudah setengah tahun saja ya, tidak terasaaa nih. Pertama, saya mau membahas mengenai kenapa anak lebih bisa memafkan kepada mamanya daripada papanya. Hal tersebut muncul karena di instagram membahasnya namun tidak mendetail. Mari capcus kita bahas. Yuk ya yuuuuk~
Ternyata anak memafkan kesalahan ibu secara cepat itu benar adanya karena yang saya alami dari kecil juga begitu. Walaupun kita dicubit atau disampluk tapi tetap saja memafkan kesalahan ibu. Ada penjelasannya, yang pertama karena ikatan emosional anak kepada mamanya (ikatan emosional intim). Faktor kedua yang menjadi penyebab kita selalu memafkan kesalahan mama adalah kebutuhan batin (kemanan) bahwa mama secara naluriah dianggap sebagai tempat pulang dan sumber keamanan utama sehingga anak memiliki toleransi terhadap konflik terjadi terhadap mamanya.
Selain itu mama itu dianggap sebagai primary caregiver (sosok utama yang mempengaruhi kebutuhan utama anak atau dasar sejak lahir). Nah, karena penjelsan tadi memicu adanya empati yang lebih besar saat terjadi permaslahan yang akhirnya dengan mudah memaafkan kesalahan mamanya.
Dalam beberapa kasus mungkin bisa kebalikannya (mudah memaafkan kesalahan papanya daripada mamanya), tetapi untuk postingan ini saya dedikasikan untuk Ibu saya yang penuh kasih dan cinta membesarkan saya dan apa yang saya rasakan sebagai anak pertama dalam keluarga saya. Teruntuk Ayah saya juga, bukan berarti saya tidak sayang melainkan saya menghormati Ayah saya karena beliau orang yang pemaaf juga terhadap kesalahan saya dan Ibu juga Adek saya. Tepuk tangan yang meriah untuk Ibu dan Ayah saya. Semoga dengan adanya postingan ini bisa memberi ruang introspeksi diri. Semangat semua, Cheers! 🤗
Komentar
Posting Komentar