Review Buku: Parole Teetee.

Selamat siaaaang, teman-teman. Selamat hari Sabtu. Akhirnya setelah lama tidak menulis di blog, kini menulis lagi yaitu review buku anak judulnya Parole Teetee. Kenapa saya beli dan baca buku ini? Karena yang pertama ramah di kantong alias murah, kedua karena ini buku anak makanya saya ingin anak saya membacanya nanti supaya doi suka baca. Hehehe ini buku kedua yang saya rekomendasikan untuk dibaca anak saya kelak. Semoga doi suka baca karena buku ini. Nah, seperti apa review saya, baca terus yaa~ 😁



Pertama, saya suka sampul buku Parole Teetee karena warnanya dominan hijau dan ada tambahan tokoh utama yang diceritakan di buku ini menggunakan sudut pandang orang ke-tiga, Buku Parole Teetee yang ditulis oleh Antje Herden ini juga menarik kalau dibaca sinopsisnya karena bercerita mengenai intinya soale detektif, sebagai orang dewasa yang menyukai buku yang ringan, menurut saya cerita detektif itu membuat ketagihan membaca karena penasaran. Dan juga ceritanya lumayan susah ditebak. Adakah yang sudah baca dan bisa menebak jalan ceritanya? 

Untuk isi dari buku Parole Teetee (Kode Rahasia: Parole Teetee), buku yang berlatar di Jerman, membahas mengenai hilangnya seorang wanita tua bernama Teetee atau Frau Teetee (Frau: sebutaan untuk seorang wanita yang belum menikah dan sudah menikah) hilang selama berminggu-minggu kemudian 7 anak meliputi Bene, Cosmo, Lene, Stulle, Sara, Saha dan Junis (mereka akhirnya membentuk geng) mencari keberadaan Teetee dan menyebutnya "Parole Teetee yang artinya Kode Rahasia: Teetee". Mereka mencurigai Dokter Bernius (seorang dokter gigi) yang ternyata anak dari Teetee. Awal mula kecurigaan mereka saat Bene mencabut gigi susunya yang belum tanggal di Dokter Bernius, dia mendengar kode suara saat pergi ke toilet. Kemudian Bene bercerita ke teman-temannya di pusat komando mereka yaitu di toko Herr Mansur. Mereka akhirnya menyusun rencana untuk masuk ke ruang bawah tanah Dokter Bernius melalui jendela di permukaan tempat praktiknya (Bene, Sara, Saha, Lene dan Junis). Alasan mereka supaya bisa masuk ke ruang bawah tanah adalah mengantar Bene kontrol gigi karena pendarahannya masih keluar padahal sudah lama. Sara, Saha, Junis dan Lene masuk ke ruang bawah tanahnya lalu mereka disekap dan mendengar kode suara dari ruangan sampingnya, lalu Dokter Bernius membuka pintu bawah tanah dan membebaskan mereka. Mereka beralasan karena salah masuk saat mengantar temannya kontrol dan ternyata yang memberikan kode suara itu kucing. Daaaan mereka ingin mangadopsinya. Mereka ingin bercerita ke orang tua mereka ingin mengadopsi salah satu kucing yang lucu-lucu itu.

Sebelum mereka ke ruang bawah tanah Dokter Bernius selaku anak kandung Teetee, mereka mengunjungi vila yang ditinggali Teetee dan teman-temannya meliputi Lisa yang hamil, Rico yang pandai memasak, Herr Obemayer gelandangan. Ke tujuh anak (Lene, Bene, Junis, Sara, Saha, Cosmo dan Stulle) menanyia mereka bahwa sudah berhari-hari Teetee belum pulang. Akhirnya mereka mencari kemana-mana. Sampai akhirnya Teetee ternyata berada di Rumah Dokter Bernius dan Kalle di tepi danau. Mereka geng Parole Teetee, tidak membawa uang dan tidak izin orang tua mereka dan mereka menemukan Teetee disana berkat Frau Fragentelf dan Herr Heckman (mereka guru geng Parole Teetee itu. Ternyata Teetee tidak diculik seperti kecurigaan mereka, melainkan disuruh anaknya Teetee (Dokter Bernius dan Kalle) untuk menempati rumah di tepi danau. Juga mereka akhirnya membahas mengenai villa tua milik Teetee yang akhirnya bisa menjadi milik Teetee sepenuhnya karena mereka membuat kontrak baru yang berisi menyelamatkan penghuni villa supaya aman. Menurut saya ceritanya tidak bisa ditebak cuma urut sesuai alurnya jadi tidak bingung saat membaca. Awalnya saya kira Teetee ini belum menikah ternyata sudah punya anak, disini tidak dijelaskan secara mendetail suami dan serentetan hal lainnya. Teetee ini juga punya apartemen Deket rumahnya Cosmo, dan mereka sering bertegur sapa.

Ada beberapa sub bab yang lucu seperti pada bab 5: Penuh Madu dan Kacang Pistasio Tetapi Menyedihkan. Stulle bilang kalau Sarapan ternyata bisa mengatakan kata-kata yang bagus selain keinginannya sebagai influencer. Bab 18: Untuk Kucing. Lucu menurut saya karena ternyata yang memberi kode rahasia (kode suara) adalah kucing-kucing kecil yang imut. Lalu bab 19: Membiarkan anak ayam menemukan sesuatu, disitu diceritakan mereka menuju danau dan membawa anak ayam dan anak ayamnya ramai sendiri. Bab yang lainnya yang lucu bisa dibaca sendiri ya. Kalau menurut kalian yang mana lagi yang lucu?

 Beberapa kata atau paragraf yang saya sukai adalah bahwa salah satunya pada halaman 104 yaitu Terkadang kita harus melanggar aturan demi mencapai tujuan yang baik. Mungkin tidak akan terlalu buruk jika aturan itu sebenarnya tidak perlu ada. 

Sekian review atau ulasan buku Parole Teetee karya Antje Herden versi saya. Kalau kalian yang sudah baca, bagaimana menurut kalian buku anak terjemahan asal Jerman ini? Tulis di kolom komentar ya! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku: Bahasa Pohon-Pohon Tumbang.

Review Buku: The Wild Robot (Sang Robot Liar).

Heura. Parfum Lokal yang Murah, Awet dan Bagus.